Close Menu
WikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Populer

BNI: Kepercayaan Nasabah Jadi Kunci Masa Depan Keuangan Digital

11 Juli 2026

BNI Perkuat Komitmen Dukung Ekosistem Keuangan Digital di IDBS 2026

11 Juli 2026

BNI Perkuat Digitalisasi UMKM Batik di Pameran Puspa Nuswantara 2026

10 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • BNI: Kepercayaan Nasabah Jadi Kunci Masa Depan Keuangan Digital
  • BNI Perkuat Komitmen Dukung Ekosistem Keuangan Digital di IDBS 2026
  • BNI Perkuat Digitalisasi UMKM Batik di Pameran Puspa Nuswantara 2026
  • BNI Bawa Mitra Binaan Batik ke Puspa Nuswantara 2026
  • BNI Hadirkan O-Branch dan Pembayaran Digital di Jakarta Kreatif Festival 2026
  • BNI Perkuat Sinergi dengan BI untuk Dorong Ekonomi Kreatif dan Digitalisasi Pembayaran
  • BNI Perkenalkan Logo HUT ke-80, Simbol Pengabdian dan Komitmen Melayani Negeri
  • Rayakan 80 Tahun, BNI Tegaskan Semangat Swadharma Bhakti Nagara
Senin, Juli 13
WikiParlemenWikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Login
WikiParlemen
Beranda » DPR Soroti Perubahan Peran Bulog Usai Bertransformasi Jadi BUMN

DPR Soroti Perubahan Peran Bulog Usai Bertransformasi Jadi BUMN

redaksiBy redaksi14 Juni 2026Updated:12 Juli 2026 DPR Tidak ada komentar1 Min Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Anggota Komisi IV DPR RI Slamet, menyoroti perubahan peran Bulog setelah bertransformasi menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang juga memiliki orientasi bisnis.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi bahan evaluasi dalam merumuskan sistem kelembagaan pangan ke depan, mengingat orientasi Bulog saat ini adalah keuntungan.

“Sekarang yang terjadi karena Bulog bertransformasi menjadi BUMN yang pasti orientasinya adalah keuntungan. Kalau ada penugasan pemerintah, share-nya juga kecil, hitungannya 8 sampai 10 persen,” kata Slamet, dalam keterangan persnya, Minggu, 14 Juni 2026.

Ia menilai perubahan peran tersebut membuat kemampuan pemerintah untuk melakukan intervensi pasar ketika terjadi gejolak harga menjadi lebih terbatas.

“Sehingga begitu harga terjadi gejolak, pemerintah tidak bisa mengendalikan karena memang tidak memegang logistik secara tinggi, setara share-nya di pasarnya,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, pihaknya menekankan pentingnya memperjelas posisi Bulog dalam sistem pangan nasional, terutama setelah terbentuknya lembaga pangan yang baru.

Pasalnya, tujuan utama pembangunan pangan nasional tidak hanya sebatas mencapai swasembada, tetapi juga memastikan pangan dapat diakses oleh seluruh masyarakat dengan harga yang terjangkau.

“Kita ingin swasembada pangan, tapi harga terjangkau juga. Artinya, secara jumlah cukup, tetapi rakyat kita juga dapat menjangkaunya,” katanya menambahkan.

DPR
redaksi

Keep Reading

Misbakhun: Revisi UU P2SK beri Peluang UMKM Bangkit

DPR Soroti Pengunduran Diri Ratusan Kepsek di Sulsel

Dadang Naser Soroti Peran APH dalam Menjaga Kelestarian Hutan

Darori Dorong Penguatan Aspek Sosial dalam Regulasi Kehutanan

Konsep Diversifikasi Pangan Perlu Disosialisasikan Masif

Nurul Arifin Dorong Peningkatan Kesejahteraan Pilot Tempur

Berita Terkini

BNI: Kepercayaan Nasabah Jadi Kunci Masa Depan Keuangan Digital

11 Juli 2026

BNI Perkuat Komitmen Dukung Ekosistem Keuangan Digital di IDBS 2026

11 Juli 2026

BNI Perkuat Digitalisasi UMKM Batik di Pameran Puspa Nuswantara 2026

10 Juli 2026

BNI Bawa Mitra Binaan Batik ke Puspa Nuswantara 2026

10 Juli 2026
Kebijakan JP Moso
© WikiParlemen 2024. Web Design by Aconymous
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?