Anggota Komisi IV DPR RI Hindun Anisah, meminta agar pemerintah tidak hanya berfokus pada upaya pemadaman kebakaran yang melanda wilayah konservasi Gunung Bromo, tetapi juga harus memperkuat langkah-langkah pencegahan agar tidak meluas ke kawasan hutan lainnya.
“Kementerian Kehutanan harus bergerak cepat, bukan hanya fokus memadamkan api, tetapi juga memperkuat langkah-langkah pencegahan agar kebakaran serupa tidak terjadi di daerah lain,” kata Hindun, dalam keterangan persnya, dikutip Minggu, 9 Agustus 2026.
Ia menilai, ancaman fenomena iklim seperti El Nino yang memicu kekeringan ekstrem harus direspons melalui sistem kesiapsiagaan nasional yang lebih proaktif, bukan sekadar bertindak ketika kebakaran telah meluas.
Terlebih, berdasarkan data Sistem Pemantauan Karhutla Kemenhut, luas areal kebakaran sepanjang Januari–Juni 2026 telah mencapai 107.465,47 hektare atau meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Oleh sebab itu, pihaknya meminta agar Kemenhut mengoptimalkan seluruh instrumen pencegahan, mulai dari memperkuat patroli terpadu, meningkatkan pemantauan titik panas (hotspot), menyiagakan peralatan pemadaman, hingga menggencarkan edukasi mitigasi kepada masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan.
“Pencegahan harus menjadi fokus utama. Kementerian Kehutanan harus memastikan patroli terpadu diperkuat, pemantauan titik panas dilakukan secara intensif, peralatan pemadaman disiagakan, serta edukasi kepada masyarakat di sekitar kawasan hutan terus ditingkatkan,” tegasnya.
Di sisi lain, ia pun mendorong penguatan koordinasi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, pengelola taman nasional, hingga kelompok relawan di daerah, untuk memperkuat sistem deteksi dini sekaligus mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran.

