PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI membawa tiga usaha kecil dan menengah (UKM) berorientasi ekspor untuk mengikuti Korea Import Expo 2026 di Seoul, Korea Selatan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya BNI memperluas akses pasar internasional bagi pelaku usaha Indonesia melalui program BNI Xpora.
Pameran yang diselenggarakan Korea Importers Association (KOIMA) di COEX Hall B, Seoul, pada 23–25 Juni 2026 tersebut diikuti sekitar 200 perusahaan dari lebih dari 30 negara dengan target lebih dari 10.000 pengunjung yang terdiri atas pembeli dan pelaku perdagangan internasional.
Tiga UKM yang difasilitasi BNI yakni PT Alko Sumatra Kopi, PT AK Goldenesia, dan PT Awan Crackers Food Indonesia. Ketiganya memamerkan produk unggulan di Paviliun Indonesia sekaligus mengikuti rangkaian business matching dengan sejumlah perusahaan asal Korea Selatan.
Direktur Commercial Banking BNI Muhammad Iqbal mengatakan, keikutsertaan tersebut merupakan wujud komitmen BNI dalam mendampingi pelaku usaha nasional menembus pasar global melalui dukungan yang tidak hanya berupa akses pasar, tetapi juga pembiayaan, layanan transaksi, pendampingan bisnis, hingga jaringan internasional.
“BNI Xpora hadir sebagai mitra strategis bagi pelaku usaha Indonesia yang ingin berkembang ke pasar internasional. Kami tidak hanya membantu mempertemukan eksportir dengan buyer global, tetapi juga menyediakan dukungan pembiayaan, solusi transaksi internasional, advisory bisnis, serta akses jaringan yang dibutuhkan untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha mereka,” ujar Iqbal dalam keterangan tertulis.
Dalam ajang tersebut, para peserta mengikuti pertemuan bisnis dengan sejumlah perusahaan Korea Selatan, di antaranya Sajo Foodist, Neple Co., Nokchawon, Hermos Co., Ltd., GS Global, dan Hurum Co., Ltd. Pertemuan itu diarahkan untuk membuka peluang transaksi ekspor baru, menjajaki kerja sama distribusi, serta memperluas penetrasi produk Indonesia di pasar Korea Selatan.
Keikutsertaan UKM Indonesia dalam Korea Import Expo 2026 merupakan hasil sinergi antara Kedutaan Besar Republik Indonesia di Seoul, Kementerian Perdagangan melalui Atase Perdagangan Seoul, BNI Kantor Cabang Luar Negeri Seoul, dan BNI Xpora.
Iqbal menilai akses pasar masih menjadi salah satu tantangan utama bagi pelaku usaha Indonesia yang ingin berekspansi ke luar negeri. Selain mencari pembeli, eksportir juga perlu menghadapi tantangan terkait kesiapan produk, jaringan distribusi, pembiayaan, hingga pemahaman mengenai transaksi perdagangan internasional.
Karena itu, BNI Xpora terus memperluas kolaborasi dengan pemerintah, perwakilan Indonesia di luar negeri, asosiasi bisnis, dan mitra internasional guna mempertemukan eksportir nasional dengan calon pembeli di berbagai negara.
Dukungan tersebut juga diperkuat melalui jaringan internasional BNI, termasuk Kantor Cabang Luar Negeri Seoul, yang menyediakan layanan transaksi perdagangan internasional serta pengelolaan transaksi digital melalui BNIdirect.
Iqbal menambahkan, BNI Xpora dirancang untuk membantu pelaku usaha Indonesia berkembang melalui tiga pilar utama, yakni Go Productive, Go Digital, dan Go Global. Program tersebut diwujudkan melalui pembiayaan, pendampingan, business matching, hingga akses ke pasar internasional.
Menurutnya, partisipasi BNI dalam pameran internasional juga mencerminkan implementasi semangat Swadharma Bhakti Nagara yang mewarnai perjalanan delapan dekade perseroan, dengan memperkuat peran BNI sebagai mitra pertumbuhan dunia usaha sekaligus pendukung ekspansi produk nasional.
Melalui keikutsertaan dalam Korea Import Expo 2026, BNI berharap semakin banyak pelaku usaha Indonesia mampu memperluas jaringan bisnis, meningkatkan transaksi ekspor, serta memperkuat daya saing produk nasional di pasar global.
