Close Menu
WikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Populer

Astra Kembangkan Potensi Desa Kanreapia Hingga Menjadi Sentra Sayuran

27 Juli 2026

BNI Tanam 258.000 Mangrove, Perkuat Konservasi dan Ekonomi Masyarakat Pesisir

26 Juli 2026

BNI Jelaskan Kronologi Viral Siswa Sakit Datangi Bank untuk Aktivasi Rekening PIP

24 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Astra Kembangkan Potensi Desa Kanreapia Hingga Menjadi Sentra Sayuran
  • BNI Tanam 258.000 Mangrove, Perkuat Konservasi dan Ekonomi Masyarakat Pesisir
  • BNI Jelaskan Kronologi Viral Siswa Sakit Datangi Bank untuk Aktivasi Rekening PIP
  • BNI Dukung Fajar/Fikri Jaga Tren Positif di China Open 2026
  • BNI Perkuat Pencegahan Stunting Lewat Program Gizi dan Edukasi Keluarga
  • BNI Dukung Festival Seni MSI 2026 untuk Perkuat Ekonomi Kreatif dan UMKM
  • BNI Sabet Dua Penghargaan Internasional untuk Layanan UMKM dan Trade Finance
  • BNI Raih Enam Penghargaan Internasional Digital CX Awards 2026
Minggu, Agustus 16
WikiParlemenWikiParlemen
  • Home
  • MPR
  • DPR
  • DPD
  • Daerah
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Polhukam
Login
WikiParlemen
Beranda » MIND ID Bukukan Pendapatan Rp139 Triliun Lewat Hilirisasi

MIND ID Bukukan Pendapatan Rp139 Triliun Lewat Hilirisasi

redaksiBy redaksi24 April 2026 Uncategorized Tidak ada komentar3 Mins Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Capaian kinerja Holding Industri Pertambangan pelat merah, MIND ID dinilai cukup solid, ditopang oleh integrasi operasional dari hulu ke hilir yang semakin efektif. Selain itu, kenaikan harga komoditas global yang dipengaruhi dinamika geopolitik mampu direspons secara baik sehingga potensi penguatan kinerja kuaangan dapat dijawab secara optimal.

Diketahui, MIND ID berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp29 triliun sepanjang tahun 2025, lebih tinggi sekitar 13% dari target yang ditetapkan. Raihan ini dinilai sebagai wujud nyata integrasi hulu-hilir yang semakin baik.

Kinerja laba ini ditopang oleh pendapatan, dimana MIND ID mencatatkan pendapatan sebesar Rp159 triliun atau 4% di atas target tahun 2025. Adapun EBITDA perseroan tercatat sebesar Rp42 triliun atau naik 3% dari target.

Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Pengamat BUMN Universitas Indonesia (UI), Toto Pranoto. Menurutnya, capaian kinerja MIND ID tahun 2025 telah cukup baik, ditopang beberapa sentimen.

“Kinerja ini menunjukan kemampuan MIND ID dalam integrasi hulu ke hilir bisnis yang semakin baik. Diluar windfall profit yang diperoleh karena harga komoditas yang meningkat akibat situasi geopolitik yang tidak stabil,” tutur Toto.

Toto menilai, MIND ID memiliki peluang untuk meningkatkan nilai tambah melalui diversifikasi produk. Ia menekankan pentingnya perseroan untuk masuk ke industri produk akhir, seperti baterai kendaraan listrik yang memiliki nilai lebih tinggi.

Asal tahu saja, MIND ID tengah melakukan pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik. Proyek ini mencakup penambangan nikel, pembangunan fasilitas pengolahan di Halmahera Timur, hingga produksi baterai di Karawang.

Selain itu, integrasi industri aluminium juga diperkuat melalui sinergi antara Antam di sektor hulu, pengolahan alumina oleh PT BAI, serta smelter aluminium oleh Inalum dengan dukungan energi dari PTBA. Proyek fasilitas pengolahan dan pemurnian bauksit alumina aluminium terintgerasi di Mempawah, yang mana ini bertujuan meningkatkan nilai tambah dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan impor.

Pada komoditas emas, Antam tengah membangun fasilitas manufaktur logam mulia di Gresik dengan dukungan pasokan bahan baku dari Freeport. Sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Selain produksi, Toto juga menekankan pentingnya sinergi agar produk yang dihasilkan bisa terserap dengan baik. Belakangan ini, MIND ID diketahui mengembangkan proyek gasifikasi batu bara menjadi DME melalui PTBA guna mengurangi ketergantungan impor LPG.

“Sinergi dengan BUMN lain atau sektor swasta juga bisa ditingkatkan supaya produk akhir hilirisasi, misal gasifikasi batubara (dimethyl ether) bisa mendapatkan pangsa pasar yang cukup,” tambahnya.

Pada akhirnya, Toto menekankan pentingnya penerapan prinsip good mining untuk menjaga keberlanjutan bisnis. Penggunaan teknologi terbaru juga dinilai krusial untuk meningkatkan efisiensi biaya dan menjaga daya saing.

redaksi

Keep Reading

BNI Jelaskan Kronologi Viral Siswa Sakit Datangi Bank untuk Aktivasi Rekening PIP

BNI Dukung Festival Seni MSI 2026 untuk Perkuat Ekonomi Kreatif dan UMKM

BNI Raih Enam Penghargaan Internasional Digital CX Awards 2026

BNI Tegaskan Komitmen Antifraud demi Jaga Kepercayaan Nasabah

Putri KW Tembus Semifinal Japan Open, BNI Sebut Bukti Pembinaan Atlet Muda Makin Matang

BNI Bawa Tiga UMKM Binaan Promosi di Bulan Koperasi Indonesia 2026

Berita Terkini

Astra Kembangkan Potensi Desa Kanreapia Hingga Menjadi Sentra Sayuran

27 Juli 2026

BNI Tanam 258.000 Mangrove, Perkuat Konservasi dan Ekonomi Masyarakat Pesisir

26 Juli 2026

BNI Jelaskan Kronologi Viral Siswa Sakit Datangi Bank untuk Aktivasi Rekening PIP

24 Juli 2026

BNI Dukung Fajar/Fikri Jaga Tren Positif di China Open 2026

23 Juli 2026
Kebijakan JP Moso
© WikiParlemen 2024. Web Design by Aconymous
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?