Site icon WikiParlemen

Komisi IV DPR: Bea Masuk Taman Nasional Komodo Tdak Mencukupi Kebutuhan Pemeliharaan

Ketua Komisi IV DPR RI Sudin mengungkapkan bahwa biaya masuk yang saat ini ditetapkan tidak mencukupi untuk pemeliharaan dan pengelolaan Taman Nasional.

Hal ini disampaikan Sudin saat mengunjungi Pulau Rinca yang merupakan satu habitat komodo di Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT)

“Biaya masuk bagi warga lokal sangat kecil, hanya Rp5.000, sementara untuk wisatawan asing adalah Rp150.000. Angka-angka ini jelas tidak mencukupi untuk kebutuhan seperti pemeliharaan jalan, kebersihan fasilitas, dan gaji pegawai yang menjaga taman,” ujar Sudin, di Pulau Rinca, Taman Nasional Komodo, Selasa (30/4/2024).

Selain itu, Sudin juga menyoroti distribusi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang dirasa kurang adil, di mana dari Rp41,05 miliar yang terkumpul setahun, hanya Rp24 miliar yang dikembalikan untuk pengelolaan taman.

“Kita harus memikirkan ulang skema pembagian ini. Idealnya, jika taman bisa mengumpulkan Rp100 miliar setahun, setidaknya 50% harus kembali ke taman nasional, sisanya bisa dibagi 30% diambil oleh pusat, 20% dikembalikan ke pemerintah daerah kan Win-win solution,” ujar Sudin.

Menurut Sudin, peran serta hotel dan operator wisata lokal sangat penting dalam mendukung keberlanjutan taman melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Hotel-hotel besar yang mendapat keuntungan dari wisatawan yang datang untuk melihat Komodo seharusnya berkontribusi lebih dalam konservasi. Misalnya dengan menyediakan solar untuk operasional kapal wisata yang banyak mengalami kesulitan membeli bahan bakar.
 
“Terbayang enggak sekarang ini mereka aja (kapal-kapal wisata), saya rasa untuk beli solar genset pun berat sekali. Sementara hotel-hotel harusnya kan tergerak hatinya memberikan CSR, misalnya memberikan solar. Terbayang tidak orang itu nginp di hotel di labuan Bajo ini apa tujuannya apa? Ya melihat Komodo, kalau ini ditutup hotelnya juga tutup, kenapa mereka tidak menyisihkan sedikit aja CSR,” ujarnya.

Sudin menekankan bahwa keberlangsungan Taman Nasional Komodo tidak hanya penting bagi konservasi tetapi juga untuk ekonomi lokal.

“Jika taman ini ditutup, banyak sektor usaha yang akan terkena dampak, termasuk hotel-hotel di area tersebut. Oleh karena itu, sangat penting untuk menemukan solusi win-win yang mendukung keberlangsungan hidup Komodo dan juga masyarakat lokal,” pungkas Sudin.

Exit mobile version