Site icon WikiParlemen

Cegah Peredaran Narkoba, Kehadiran Polisi di Tengah Masyarakat Harus Lebih Aktif

Anggota Komisi III DPR RI, Nasyirul Falah Amru, meminta agar kehadiran polisi di tengah masyarakat harus lebih aktif, sehingga mampu membangun komunikasi, mendeteksi potensi peredaran narkotika, serta mendorong partisipasi warga dalam menjaga lingkungan.

Hal itu ia sampaikan merespons penggerebekan di Kampung Bahari, Jakarta Utara, dalam operasi gabungan yang melibatkan sekitar 1.800 personel Polri dan BNN untuk menyisir peredaran narkotika di wilayah tersebut. Bahkan sejumlah pelaku berhasil diamankan.

Menurutnya, penguatan pendekatan kepolisian kepada masyarakat dinilai penting untuk mencegah dan memutus mata rantai peredaran narkoba hingga ke lingkungan masyarakat agar tidak kembali tumbuh.

“Kami meminta pola kemitraan dengan masyarakat ditingkatkan dengan membentuk lembaga kemitraan polisi dan menambah penempatan Bhabinkamtibmas. Pendekatan kemitraan Polri di Kampung Bahari harus intens dan serius karena jangan sampai budaya penjualan narkoba sudah menjadi kebiasaan,” kata Nasyirul Falah, dalam keterangan persnya, Selasa, 3 November 2026.

Ia juga meminta penegakan hukum dilakukan secara tegas terhadap pelaku narkotika, terutama mereka yang kembali melakukan tindak pidana setelah menjalani hukuman. Menurutnya, penanganan terhadap residivis perlu memberikan efek jera agar tidak kembali terlibat dalam jaringan peredaran narkoba.

“Hukum berat pelaku residivis narkoba tertangkap, ditempatkan di lapas maksimal pada saat menjalankan putusan,” tegasnya.

Diketahui, dalam operasi tersebut, petugas menyita barang bukti berupa sabu dalam jumlah ratusan gram, ganja, serta ribuan butir ekstasi. Petugas juga menemukan mesin pencetak ekstasi yang diduga berkaitan dengan aktivitas produksi narkotika, serta senjata tajam dan bong atau alat untuk mengonsumsi narkoba.

Exit mobile version