Anggota Komisi IV DPR RI, Riyono, mengajak masyarakat untuk menjaga kelestarian hutan dan mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dapat merusak ekosistem dan mengancam kehidupan masyarakat.
Hal itu ia sampaikan merespons maraknya karhutla yang terjadi di Indonesia. Bahkan berdasarkan catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), luas karhutla di Indonesia telah mencapai 72.798 hektare per 22 Agustus 2026.
Ia menilai, karhutla tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu ketahanan pangan dan mata pencaharian masyarakat di sekitarnya.
“Mari kita jaga hutan kita jangan sampai terjadi kebakaran hutan dan lahan,” kata Riyono, dalam keterangan persnya, Jumat, 28 Agustus 2026.
Meski demikian, pihaknya mengaskan pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan bersama, baik masyarakat maupun pemangku kepentingan. Sehingga ia berharap tidak ada lagi penebangan maupun pembakaran hutan yang dilakukan secara sembarangan.
“Jangan tebang hutan sembarangan, jangan bakar hutan karena bisa terkena pidana dan hukuman. Kita jaga hutan kita tetap lestari dengan cara apa? Ayo kita bersama-sama,” tegasnya.
Terakhir, Riyono berharap kesadaran bersama untuk menjaga hutan dapat diperkuat sehingga potensi karhutla dapat dicegah sedini mungkin dan kelestarian lingkungan tetap terjaga bagi masyarakat saat ini maupun generasi mendatang.

