Anggota Komisi XIII DPR RI, Meity Rahmatia, mengecam penembakan terhadap warga sipil oleh kelompok yang mengatasnamakan Organisasi Papua Merdeka pimpinan Kopitua Heluka, di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo.
Adapun dalam video eksekusi yang beredar di media sosial, tampak suami istri diintimidasi, duduk di jalan dikelilingi para pelaku yang memegang senjata api dan panah sembari membentangkan bendera Bintang Kejora.
Menurutnya, perbuatan tersebut sangat tidak manusiawi dan merupakan bentuk pelanggaran terhadap hak asasi manusia. Sehingga ia mengimbau agar konflik di Papua tidak lagi mengorbankan warga sipil.
“Jangan melibatkan warga sipil demi kepentingan kelompok. Apa yang dilakukan oleh para pelaku merupakan pelanggaran berat terhadap hak asasi manusia,” kata Meity, dalam keterangan persnya, dikutip Selasa, 28 Juli 2026.
“Tak ada alasan untuk membenarkan, para pelaku adalah kelompok terorganisasi menggunakan kekuatan senjata yang menempatkan sipil dalam posisi tak berdaya,” imbuhnya.
Di sisi lain, pihaknya berharap agar penanganan masalah Papua menitikberatkan pada pendekatan ekonomi. Menurutnya, sumber daya mineral Papua yang melimpah hasilnya mesti dirasakan oleh seluruh rakyat di daerah tersebut.
“Menurut saya, itulah jalan utama yang harus ditempuh oleh pemerintah Indonesia. Tentu dengan tidak mengabaikan pendekatan keamanan karena kondisi gangguan dari kelompok tertentu yang terus terjadi,” jelasnya.

