Site icon WikiParlemen

BNI: Kepercayaan Nasabah Jadi Kunci Masa Depan Keuangan Digital

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menegaskan kepercayaan nasabah merupakan fondasi utama dalam membangun industri keuangan digital di masa depan. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan semakin luasnya kolaborasi lintas industri, BNI menilai inovasi harus diimbangi dengan perlindungan terhadap keamanan serta kepentingan nasabah.

Komitmen tersebut disampaikan Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena saat menjadi pembicara dalam panel diskusi bertajuk Beyond Banking: Rewiring the Financial System pada rangkaian Indonesia Digital Banking Summit (IDBS) 2026 di Hotel Raffles Jakarta, Selasa (7/7).

Dalam forum yang mempertemukan para pemimpin industri keuangan dan teknologi digital itu, Paolo mengatakan perkembangan teknologi telah membawa industri jasa keuangan memasuki era kolaborasi yang semakin terbuka. Meski demikian, seluruh pelaku industri tetap memiliki tanggung jawab untuk menjaga kepercayaan masyarakat.

“Beyond Banking membuka kesempatan untuk kolaborasi. Namun karena berada di sektor keuangan, kita harus sama-sama menjaga kepercayaan nasabah. Cara kita berkolaborasi harus tetap mengedepankan kepentingan nasabah,” ujar Paolo.

Menurutnya, BNI menjadikan kolaborasi sebagai strategi untuk menghadirkan layanan yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat. Perseroan menggandeng mitra yang memiliki kompetensi khusus untuk melengkapi kapabilitas layanan perbankan.

Melalui pendekatan tersebut, BNI memadukan kekuatan layanan perbankan dengan inovasi yang dikembangkan para mitra. Salah satunya melalui kerja sama dalam layanan identitas digital yang mendukung proses verifikasi lebih cepat dan akurat, serta pengembangan ekosistem pembayaran digital yang memberikan lebih banyak pilihan transaksi bagi masyarakat.

Di sisi lain, BNI terus memperkuat kompetensi inti perusahaan, termasuk pengembangan infrastruktur perbankan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap inovasi didukung sistem yang andal, aman, dan mampu menjaga kepercayaan nasabah.

Paolo juga menekankan pentingnya memperkuat perlindungan terhadap risiko penipuan (fraud) dan ancaman siber. Menurutnya, keamanan ekosistem digital merupakan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan agar masyarakat semakin percaya dan nyaman menggunakan layanan keuangan digital.

“Semakin nyaman masyarakat menggunakan produk dan layanan sektor keuangan, semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan seluruh ekosistem. Karena itu, inovasi harus berjalan seiring dengan upaya memperkuat perlindungan bagi nasabah,” katanya.

Sejalan dengan tema HUT ke-80 BNI, Swadharma Bhakti Negara, perseroan menyatakan akan terus memperkuat transformasi digital melalui inovasi yang bertanggung jawab, kolaborasi strategis, serta penguatan tata kelola dan manajemen risiko guna menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Exit mobile version