Site icon WikiParlemen

DPR Dorong Kemlu Jamin Keselamatan WNI yang Terdampak Gelombang Panas di Eropa

Anggota Komisi I DPR RI, Taufiq R. Abdullah, meminta Kementerian Luar Negeri (Kemlu) untuk menjamin keselamatan Warga Negara Indonesia (WNI) yang terdampak gelombang panas ekstrem di Eropa.

Pasalnya, gelombang panas yang melanda sejumlah negara Eropa telah mengakibatkan lebih dari 1.300 orang meninggal, sehingga memicu alarm kewaspadaan bagi WNI yang berada di sana.

“Gelombang panas ekstrem ini sudah menelan ribuan korban jiwa menurut data WHO. Ini adalah alarm keras,” kata Taufiq, dalam keterangan persnya, Rabu, 1 Juli 2026.

“Kemlu wajib proaktif memantau kondisi WNI di wilayah terdampak melalui seluruh perwakilan. Jangan tunggu ada korban dari warga kita baru sibuk bertindak,” imbuhnya.

Pihaknya juga mendorong Kemlu segera menginstruksikan seluruh perwakilan RI di Eropa untuk membuka posko siaga (hotline) darurat yang beroperasi penuh, serta meminta seluruh KBRI dan KJRI bergerak melakukan jemput bola.

“KBRI dan KJRI perlu segera memperbarui pendataan WNI di wilayah-wilayah kritis. Buka posko siaga yang aktif 24 jam penuh. Jika ada WNI yang mengalami gangguan kesehatan atau kesulitan mengakses rumah sakit setempat, perwakilan RI harus hadir mendampingi dan memfasilitasi,” tegasnya.

Diketahui, Prancis dan beberapa negara Eropa dilaporkan mengalami lonjakan suhu ekstrem yang meningkatkan risiko fatalitas akibat heatstroke (sengatan panas) dan dehidrasi akut.

Adapun kelompok yang paling rentan terdampak gelombang panas tersebut adalah para pekerja luar ruangan, pelajar, mahasiswa, dan pekerja migran Indonesia.

Exit mobile version