Anggota Komisi XII DPR RI Eddy Soeparno mendorong pemerintah mempercepat transisi dari kompor gas ke kompor listrik, di tengah fluktuasi harga energi global akibat ketegangan geopolitik.
Menurutnya, transisi ke kompor listrik jauh lebih murah dibandingkan dengan anggaran yang harus digelontorkan pemerintah untuk impor LPG, karena harga LPG bergantung pada harga minyak dunia.
“Sebagaimana diketahui, Indonesia mengimpor 75–80 persen kebutuhan LPG yang harganya sejalan dengan harga minyak mentah,” kata Eddy, dalam keterangan persnya, dikutip Selasa, 16 Juni 2026.
Terlebih Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengusulkan anggaran sebesar Rp815,56 miliar dalam RAPBN 2027, untuk program kompor listrik guna mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG.
Selain kompor listrik, Kementerian ESDM juga mengusulkan alokasi anggaran sebesar Rp635,24 miliar untuk program konversi motor listrik dalam RAPBN 2027.

