Pasangan ganda putra muda Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, berhasil melaju ke partai final Indonesia Open 2026 setelah mencatatkan serangkaian kemenangan impresif atas sejumlah pasangan unggulan dunia.
Keberhasilan tersebut dinilai menjadi bukti keberhasilan program pembinaan atlet yang dijalankan oleh Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia bersama dukungan jangka panjang dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dalam mencetak talenta muda yang mampu bersaing di level internasional.
Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, mengatakan pencapaian Raymond/Joaquin menunjukkan bahwa investasi jangka panjang dalam pengembangan atlet muda mulai membuahkan hasil nyata.
“Keberhasilan Raymond dan Joaquin merupakan bukti bahwa prestasi dunia lahir dari proses pembinaan yang konsisten, kolaboratif, dan berkelanjutan. Dukungan terhadap PBSI bagi BNI merupakan investasi jangka panjang untuk mencetak generasi unggul Indonesia yang mampu berprestasi dan mengharumkan nama bangsa di panggung dunia,” ujar Okki dalam keterangan tertulis, Minggu, 7 Juni 2026.
Menurut dia, capaian pasangan muda tersebut semakin memperkuat keyakinan bahwa Indonesia akan terus melahirkan generasi juara melalui ekosistem pembinaan yang tepat.
“Kami bangga melihat atlet-atlet muda Indonesia tumbuh, berkembang, dan mampu bersaing dengan pemain terbaik dunia. Capaian ini sekaligus memperkuat keyakinan bahwa dengan ekosistem pembinaan yang tepat, Indonesia akan terus melahirkan generasi juara yang menjaga tradisi prestasi bulu tangkis nasional,” katanya.
Dalam laga final, Raymond/Joaquin dijadwalkan menghadapi pasangan Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin, yang sebelumnya menyingkirkan pasangan Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae.
Perjalanan Raymond/Joaquin menuju final terbilang impresif. Mereka berhasil mengalahkan unggulan kedua dunia asal Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, sebelum menundukkan pasangan Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, melalui pertarungan tiga gim di babak perempat final.
Kemenangan atas para pemain elite dunia tersebut menunjukkan kualitas permainan, kematangan, serta mental bertanding yang dimiliki pasangan muda Indonesia itu meski usianya relatif lebih muda dibanding sejumlah rival mereka.
Keberhasilan menembus final Indonesia Open 2026 juga dinilai menjadi sinyal positif bahwa proses regenerasi atlet yang dijalankan PBSI berada di jalur yang tepat.
Prestasi tersebut memperlihatkan hasil dari pembinaan berkelanjutan yang mampu menghasilkan atlet-atlet muda siap bersaing di panggung dunia.
Selain mengapresiasi pencapaian Raymond/Joaquin, BNI juga memberikan penghargaan atas perjuangan pasangan ganda putri muda Indonesia, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, yang berhasil melangkah hingga semifinal Indonesia Open 2026.
Rachel/Febi harus terhenti setelah menghadapi pasangan peringkat satu dunia asal China, Liu Sheng Shu/Tan Ning, dengan skor 17-21, 16-21.
Okki menilai pencapaian hingga semifinal pada turnamen level Super 1000 merupakan pengalaman berharga yang dapat mempercepat proses kematangan keduanya sebagai atlet elite dunia.
“Rachel dan Febi telah menunjukkan semangat juang, keberanian, serta kualitas permainan yang patut diapresiasi. Menghadapi pasangan nomor satu dunia tentu bukan tantangan yang mudah, namun mereka mampu tampil kompetitif dan memberikan perlawanan terbaik. Kami optimistis pengalaman ini akan menjadi bekal penting bagi perkembangan mereka ke depan,” ujarnya.
BNI menegaskan akan terus mendukung PBSI dalam memperkuat fondasi pembinaan atlet nasional, mulai dari pembinaan usia dini hingga pengembangan talenta menuju level elite dunia.
“BNI meyakini bahwa prestasi internasional tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses pembinaan yang berkelanjutan. Karena itu, kami berkomitmen untuk terus mendukung PBSI dalam menciptakan ekosistem yang memungkinkan atlet-atlet muda Indonesia berkembang dan mencapai potensi terbaiknya,” kata Okki.
Menurut BNI, keberhasilan Raymond/Joaquin mencapai final serta pencapaian Rachel/Febi hingga semifinal Indonesia Open 2026 menjadi bukti bahwa kolaborasi antara dunia usaha dan olahraga mampu menghasilkan prestasi berkelanjutan sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama bulu tangkis dunia.

