Site icon WikiParlemen

Abdul Fikri Minta Pemerintah Utamakan Penyediaan Ekosistem Riset Bagi Penerima LPDP

Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, meminta pemerintah untum mengutamakan penyediaan ekosistem riset yang memadai di dalam negeri bagi penerima beasiswa LPDP.

Hal itu ia sampaikan merespons polemik diaspora yang enggan kembali ke tanah air karena minimnya fasilitas pendukung keahlian mereka di Indonesia. Sehingga pemerintah perlu mengevaluasi skema pengabdian penerima beasiswa LPDP.

“Jangan sampai kita hanya menuntut mereka pulang, tapi di sini mereka justru ‘mati’ secara keilmuan karena laboratorium tidak ada dan ekosistem risetnya tidak mendukung. Kita harus menyediakan ‘rumah’ yang layak bagi mereka untuk berkarya,” kata Fikri, dalam keterangan persnya, dikutip Rabu, 4 Maret 2026.

Menurutnya, tanpa sarana prasarana yang mumpuni, talenta terbaik Indonesia di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) akan terus terserap oleh industri luar negeri yang lebih menghargai keahlian mereka.

Oleh sebab itu, ia mengusulkan pergeseran konsep dari brain drain (kehilangan talenta) menjadi brain circulation, agar diaspora yang berada di luar negeri tetap dianggap mengabdi selama mereka menjadi jembatan teknologi dan riset bagi institusi di Indonesia.

“Pemerintah perlu memperbaiki koordinasi antar-kementerian agar lulusan terbaik ini tidak membentur tembok birokrasi saat ingin berkontribusi,” ungkapnya.

“Jangan biarkan mutiara-mutiara kita hanya bersinar di negeri orang karena kita gagal menyiapkan tempat bagi mereka di rumah sendiri,” kata Fikri menambahkan.

Exit mobile version