Site icon WikiParlemen

Lamhot Sinaga: Pesparawi Jadi Pengingat Sejarah Kristen di Tanah Batak

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga mendukung penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) di Salib Kasih, Kecamatan Siatas Barita, Kabupaten Tapanuli Utara, Sabtu, 8 November 2025.

Lamhot menilai kegiatan itu bukan hanya ajang seni rohani, tetapi juga momentum spiritual untuk mengingat sejarah penyebaran agama Kristen di tanah Batak yang dimulai dari tempat suci tersebut.

Menurut dia, Salib Kasih memiliki makna yang sangat mendalam bagi masyarakat Batak. Lokasi itu diyakini sebagai titik nol penyebaran Kekristenan di tanah Batak, tempat di mana misionaris asal Jerman Ingwer Ludwig Nommensen pertama kali memulai pelayanannya pada 1861.

Lamhot menjelaskan Nommensen datang ke tanah Batak sebagai utusan dari lembaga misi Rheinische Missionsgesellschaft (RMG) Jerman. Setelah tiba di Sibolga dan berjalan kaki menuju pedalaman, dia menetap di Huta Dame, Tarutung.

Di sana, dia memperkenalkan ajaran kasih dan mulai membangun komunitas Kristen Batak yang kemudian berkembang menjadi Huria Kristen Batak Protestan (HKBP). Jumlah jemaat HKBP sendiri saat ini mencapai 6,5 juta dengan 3.800 lebih gereja yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Dari titik inilah cahaya iman mulai menerangi tanah Batak. Salib Kasih menjadi simbol perjuangan dan pengorbanan, bukan hanya dalam konteks rohani, tetapi juga peradaban,” kata Lamhot dalam keterangan diterima di Jakarta, Minggu, 9 November 2025.

Legislator dari Fraksi Partai Golkar itu menegaskan pelaksanaan Pesparawi di Salib Kasih memiliki nilai historis dan spiritual yang sangat kuat. Untuk itu, dia mengapresiasi keputusan panitia untuk menjadikan tempat ini sebagai pusat perhelatan yang baru pertama kali digelar di situs rohani paling ikonik di Tapanuli Utara tersebut.

Pesparawi kali ini akan digelar selama satu hari penuh di area Salib Kasih pada Senin, 11 November 2025. Acara yang baru pertama kalinya digelar di Salib Kasih tersebut akan diikuti oleh 25 kontingen dari berbagai gereja dan lembaga keagamaan di Sumatra Utara.

Masing-masing kontingen terdiri atas 40 peserta sehingga total ada sekitar 1.000 orang peserta yang akan ambil bagian dalam ajang perlombaan paduan suara dan musik rohani Kristen yang bertujuan untuk memuliakan Tuhan melalui seni suara.

Selain menampilkan paduan suara, acara juga akan diisi dengan berbagai kegiatan rohani dan budaya Batak, seperti doa bersama, tarian tortor, dan pameran ekonomi kreatif.

“Kegiatan ini tidak hanya memperkuat iman, tetapi juga menggairahkan sektor pariwisata dan UMKM lokal,” ujar Lamhot.

Exit mobile version