Site icon WikiParlemen

Novita Hardini: Kebijakan Trump Bisa Jadi Peluang Perkuat Pariwisata dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini mengatakan, kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang kini mulai terasa di berbagai sektor, bisa menjadi peluang untuk memperkuat pariwisata dalam negeri.

Menurutnya, tekanan terhadap nilai tukar Rupiah akibat ketegangan ekonomi global dan kebijakan tarif tersebut berdampak pada melonjaknya biaya perjalanan ke luar negeri.

“Biaya perjalanan ke luar negeri melonjak, dan ini saat yang tepat untuk mendorong pergeseran arus wisata ke destinasi lokal,” kata Novita, dalam keterangan persnya, dikutip Selasa, 8 April 2025.

Terlebih berdasarkan data dari Mastercard Economics Institute (2023) pada 2022, wisatawan Indonesia menghabiskan rata-rata USD 1.200 per perjalanan ke luar negeri, dan angka tersebut berpotensi meningkat drastis.

Selain itu, kata Novita, krisis tidak boleh dijadikan sebagai alasan untuk stagnasi. Justru, sejarah menunjukkan bahwa krisis adalah ruang bagi lahirnya inovasi.

“Pemerintah harus melihat ini sebagai momentum untuk memperkuat kebijakan fiskal, memberikan insentif bagi pengembangan destinasi lokal, serta menjaga kepercayaan investor di sektor pariwisata,” tegasnya.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara kementerian terkait, pelaku industri, dan pemerintah daerah dalam menyediakan akses transportasi yang terjangkau, promosi wisata yang masif, serta menciptakan pengalaman wisata domestik yang berkualitas dan kompetitif.

Karena wisata domestik tidak boleh lagi dianggap sebagai sektor pelengkap, bukan hanya sebagai alternatif, tetapi sebagai pilihan utama bagi wisatawan, dan hal itu akan memberikan dampak yang sangat besar terhadap perputaran ekonomi daerah.

“Pariwisata adalah jantung baru ekonomi Indonesia. Ia harus resilien, berdaya saing, dan inklusif. Kebijakan Trump bisa jadi pemicu perubahan arah, jika kita pandai membaca peluang di tengah krisis,” tandasnya.

Exit mobile version