Site icon WikiParlemen

Anis Byarwati: Indonesia Alami Deflasi Tahunan Setelah 25 Tahun

Anggota Komisi XI DPR RI, Anis Byarwati mengatakan, indonesia kembali mengalami deflasi tahunan setelah 25 tahun sejak Maret 2000. Bahkan Indonesia sempat mengalami deflasi bulanan berturut-turut pada periode Mei-September 2024, sehingg perlu diwaspadai.

Menurutnya, deflasi yang biasanya terjadi merupakan gejala konsumen secara luas tidak bisa mengkonsumsi barang dengan wajar atau paling tidak menunda konsumsinya, yang salah satunya disebabkan karena daya beli masyarakat masih melemah.

“Karena rangkaian deflasi ini, terjadi berturut turut dalam beberapa bulan, sama seperti deflasi 0,76 persen di Januari dan 0,02 persen di Februari,” kata Anis, dalam keterangan persnya, dikutip Jumat 7 Maret 2025.

Ia menjelaskan, meskipun Purchasing Managers’ Index (PMI) kembali naik di periode Februari ada di 53,6 bila dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 51,9, tetapi dari sisi demand menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2024 hanya tersisa 47,85 juta orang jumlah kelas menengah atau setara 17,13 persen.

Hal itu menadi indikator dari turunnya daya beli masyarakat, dan Kabinet Merah Putih menanggung warisan dampak makroekonomi dari pemerintah sebelumnya. Dengan demikian, Kementerian terkait harus cermat mengatasi deflasi yang terjadi terus menerus.

“Pada bulan Ramadhan harapannya konsumsi masyarakat meningkat seperti kajian yang diungkap Redseer Strategy Consultants yang memperkirakan total belanja masyarakat Indonesia selama Ramadan 2025 akan mencapai setara Rp 1.188 triliun,” tegasnya.

“Pemerintah harus memastikan diskon tarif transportasi, juga THR para pekerja termasuk ojol, sehingga mendorong permintaan secara keseluruhan dalam perekonomian,” kata Anis menambahkan.

Exit mobile version