Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menyampaikan hasil kinerjanya selama lima tahun terakhir di hadapan media.
Dalam pertemuan ini bahkan Doli menyebutkan bahwa Komisi II DPR RI periode 2024-2029, merupakan Komisi yang paling banyak menghasilkan produk UU, yakni 160 UU.
”Alhamdulillah semua tugas yang ditugaskan pada Komisi II DPR RI bisa berjalan dengan baik. Terutama dari produk legislasi, kami alhamdulillah sudah bisa menghasilkan 160 Undang-Undang. Dan informasinya, katanya ini baru pertama komisi yang paling banyak selama republik ini berdiri satu periode jadi alhamdulillah 160 undang-undang,” kata Doli di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Kamis (26/9/2024).
Politisi Fraksi Partai Golkar ini pun menjelaskan Komisi II juga terlibat banyak aktif di dalam perubahan undang-undang tentang IKN serta berupaya keras mendorong bersama-sama dengan pemerintah terbentuknya empat provinsi baru di Tanah Papua. ”Yang misinya adalah bagaimana untuk bisa mempercepat kemudian menyebarkan pemerataan undang-undang di Tanah Papua,” sambungnya.
Lebih lanjut, Komisi II juga sudah menghasilkan UU ASN yang menjadi salah satu rujukan untuk menyelesaikan persoalan tenaga honorer, serta telah menyelesaikan Undang-Undang di 20 provinsi dan 132 kabupaten/kota.
”Yang itu artinya sekarang tinggal sisa 120 lagi, jadi kita merapikan bahwa amanat UUD 1995 itu bahwa satu undang-undang atau satu provinsi, satu kabupaten, satu kota harus diatur dalam satu undang-undang. Yang selama ini, itu tergabung-gabung. Jadi sudah hampir tuntas bahwa seluruh daerah, provinsi, maupun kabupaten kota sudah punya karakteristik pembangunan masing-masing, tinggal sisa 120 kabupaten kota lagi,” terang Doli.
Terbaru, Doli juga menyampaikan keberhasilan Komisi II dalam membangun sinergi dengan pemerintah dan penyelenggara pemilu dalam mensukseskan pelaksanaan dua kali pilkada pada 2020 dan 2024, serta Pileg dan Pilpres pada April 2024 yang lalu.
”Di 2020 itu bisa disebut sebagai satu-satunya negara yang melaksanakan pemilu di tengah-tengah masa pandemi COVID dan sukses tidak menimbulkan kluster baru, jadi waktu itu kita melaksanakan di 270 daerah dalam suasana COVID. Komisi 2 mewakili DPR bersama dengan pemerintah memberanikan diri untuk mempertahankan siklus demokrasi tapi dengan pengetatan-pengetatan dan alhamdulillah berhasil, jadi kalau waktu itu ada kekhawatiran bahwa pilkada ini akan menimbulkan kluster baru, ternyata alhamdulillah itu kita berhasil ditepis,” papar Doli.
”Komisi II juga terus melakukan koordinasi antara pemerintah dan juga penyelenggara pemilu dalam persiapan pelaksanaan pemilu tahun 2024, dimana pemilu tahun 2024 ini adalah baru pertama kali kita punya 3 jenis pemilu dilaksanakan dalam tahun yang sama, bersamaan, dan berdekatan. Bersamaan antara Pileg dan Pilpresnya dan kemudian berdekatan dengan pilkadanya. Nah, sama-sama kita ketahui, alhamdulillah, pemilu tahun 2024 kemarin bisa kita sebutkan sukses, berjalan dengan baik, kita sekarang punya wakil-wakil rakyat untuk periode 2024-2029. Dan kita sudah punya juga presiden terpilih dan wakil presiden terpilih,” sambungnya.

