Site icon WikiParlemen

Cegah ODOL, Pelabuhan Nasional Perlu Terhubung dengan Angkutan Logistik

Truk-truk angkut yang ODOL (Over Dimension, Overload) menimbulkan kerusakan-kerusakan pada ruas jalan yang dilalui.

Anggota Komisi V DPR RI Sigit Sosiantomo pun memiliki solusi agar masalah tersebut teratasi, salah satunya yakni menghubungkan pelabuhan-pelabuhan nasional dengan angkutan logistik, terutama dengan jalur kereta api.

Menurut Sigit, jika hal ini dapat dilakukan oleh pemerintah maka akan berdampak juga pada penurunan biaya angkut logistik.

“Mulailah berpikir tentang konektivitas yang lebih holistik, menyeluruh. Kalau bisa, pelabuhan-pelabuhan nasional itu terhubung dengan angkutan logistik. Aksesnya gampang dicapai oleh angkutan logistik. Termasuk gampang dicapai oleh kereta api. Karena kita berharap ke depan itu tidak ada lagi ODOL (Over dimension, overload). Truk-truk logistik itu kalau bisa ‘dibuang’ ke laut atau ke kereta,” kata Sigit saat ditemui Parlementaria usai Kunjungan Kerja Spesifik ke Makassar New Port, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (5/7/2024).

Menurut Politisi Fraksi PKS ini, truk ODOL tersebut sudah cukup meresahkan dan diduga menjadi penyebab rusaknya jalan-jalan menuju arah pelabuhan.

“Dan itu mestinya teorinya, biayanya lebih murah daripada dia jalan-jalan di jalan raya. Yang menghancurkan jalan itu kan truk-truk odol itu karena tonasinya melebihi kapasitas jalan,” sambungnya.

Legislator Dapil Jawa Timur I ini menilai, jika truk-truk ODOL tersebut terus dibiarkan melanggar aturan akan menimbulkan efek domino negatif yang besar bagi masyarakat setempat.

“Lebih murah. Iya, mestinya lebih murah. Karena biaya angkutan truk di jalan itu menimbulkan efek domino yang besar, (yaitu) rusaknya jalan. Nanti kalau jalan raya rusak, jalan arteri rusak misalnya. Jembatan (bisa) ambruk karena overload. Akhirnya truk-truk itu akan lewat jalan kabupaten. Hancur lagi jalan kabupaten,” pungkasnya. 

Exit mobile version