Site icon WikiParlemen

Terima Kunjungan Delegasi Bosnia-Herzegovina, BKSAP DPR Harap Ada Peningkatan Kerjasama

Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon mengungkapkan Indonesia ingin semakin meningkatkan hubungan yang lebih baik lagi dengan Parlemen Bosnia.

Diketahui, Indonesia dan Bosnia merupakan sesama pendiri gerakan non-blok, sejak Bosnia masih menjadi Yugoslavia.

Oleh karenanya, Indonesia dan Bosnia memiliki hubungan yang dekat, baik hal itu dalam beragam kesamaan dan kedekatan secara historis.

Fadli pun menerima courtesy call Dubes Bosnia-Herzegovina untuk Indonesia, Armin Limo di Ruang Delegasi DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (8/3/2024).

Dalam kesempatan itu, delegasi Bosnia berharap ke depannya bakal banyak masyarakat Indonesia yang mampir ke negaranya.

“Mereka ingin disampaikan oleh Duta Besar semakin banyak orang Indonesia yang mengunjungi Bosnia, terutama karena cukup banyak situs-situs yang penting disana dan bersejarah,” kata Fadli.

Salah satu yang menarik di Bosnia adalah sejumlah lokasi bersejarah napak tilas kesultanan Utsmaniyah.

“Karena dahulu Bosnia juga bagian dari Imperium Ottoman yaitu Kesultanan Utsmaniyah. Jadi mereka berharap makin banyak kunjungan,” ujar

Maka, Politisi Fraksi Partai Gerindra tersebut mengusulkan kepada Dubes Bosnia agar diperlukan juga adanya upaya kemudahan di dalam visa atau bebas visa bagi wisatawan Indonesia.

“Itu akan membuat orang lebih mudah untuk menjangkau kesana. Kita sudah ada kunjungan-kunjungan official dan mereka ingin ini akan lebih banyak lagi ke depan sehingga menjadi jembatan hubungan kedua negara melalui Parlemen,” pungkasnya.

Fadli menyampaikan Indonesia dan Bosnia telah memiliki kerjasama bilateral antara kedua Parlemen, ia berharap ada peningkatan kerjasama utamanya, dalam hal kunjungan wisatawan dan kemudahan visa.

Sebagai informasi, kedekatan Indonesia dengan Bosnia terlihat sangat jelas bahkan, sebagai wujud solidaritas masyarakat Indonesia di zaman dulu, Presiden Soeharto membuat sebuah Masjid terbesar di Sarajevo yaang dinamakan Masjid Istiqlal Sarajevo.

Kini masjid tersebut juga dikenal dengan sebutan Masjid Indonesia di Bosnia ketika mengalami masa perang di awal tahun 1990-an.

Exit mobile version