Site icon WikiParlemen

Dede Yusuf Apresiasi Keunggulan SMKN 2 Pengasih DIY

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf Macan Effendi mengapresiasi keunggulan SMK Negeri 2 Pengasih, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Menurutnya, SMK tersebut layak mendapatkan predikat A plus, mengingat keunggulannya dari berbagai aspek.

 “Dari sisi asetnya, peralatannya, pengajarannya, dan kerja sama dengan industri, SMK Negeri 2 Pengasih bisa dikatakan sudah cukup lengkap. Ini bukan prestasi yang bisa diraih oleh semua SMK. Apalagi, SMK ini merupakan pusat keunggulan,” ujar Dede Yusuf kepada Parlementaria, di Kulon Progo, DIY, Selasa (27/02/2024).

Politisi Fraksi Partai Demokrat ini menilai ke depan SMK-SMK perlu dilengkapi setidaknya seperti di SMK Negeri 2 Pengasih.

“Banyak SMK tanpa peralatan memadai. Ini perlu kita perbaiki ke depannya agar setiap SMK dapat mencapai standar yang sama dengan SMK Negeri 2 Pengasih,” ujar Dede Yusuf.

Dede Yusuf juga menyampaikan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), bahwa lulusan SMK sebagai salah satu penyumbang pengangguran di DIY, tidak sepenuhnya keliru. Lantaran kondisi SMK saat ini masih kurang memadai.

“Kita perlu mendorong berbagai program agar SMK tetap terhubung dan sesuai dengan kebutuhan dunia industri. Ini penting untuk menciptakan lulusan SMK yang siap bersaing di pasar kerja” kata dia.

Jika dilihat dalam beberapa kurun waktu terakhir, program SMK memang sebelumnya cuma dianggap sebelah mata oleh masyarakat, namun belakangan program tersebut mulai menemukan hasil yang tepat.

“Dulu, saat program SMK Bisa digiatkan, banyak yang hanya mendirikan SMK di ruko-ruko tanpa peralatan yang memadai. Inilah yang menyebabkan SMK dianggap sebagai penyumbang pengangguran. Namun, kita harus melihat bahwa ada SMK seperti Negeri 2 Pengasih yang berhasil menjadi pusat keunggulan,” ungkap Dede Yusuf.

Dalam menghadapi masa depan, Dede Yusuf menekankan pentingnya mendukung program-program yang dapat menjembatani SMK dengan dunia industri.

“Kita perlu mendorong berbagai program agar SMK tetap terhubung dan sesuai dengan kebutuhan dunia industri. Ini penting untuk menciptakan lulusan SMK yang siap bersaing di pasar kerja,” ungkapnya.

Dede Yusuf Macan Effendi, berharap SMK Negeri 2 Pengasih dapat menjadi contoh bagi institusi pendidikan lainnya dalam meningkatkan kualitas dan relevansi dengan dunia industri.

Exit mobile version